WA Awak Media Diblokir Kasat Resnarkoba, Keterbukaan Publik Di Polresta Malang Kota Perlu Dipertanyakan

Malang||Liputankasus.com – Jabatan seorang Kepala Satuan (Kasat) di kepolisian merupakan sebuah jabatan publik. Dimana, seorang Kasat wajib memberikan informasi yang dirasa harus diketahui oleh masyarakat atau yang kerap disebut dengan keterbukaan publik.
Namun hal aneh terjadi di Polresta Malang Kota. Dimana, Kasat Resnarkoba Polresta Malang Kota, Kompol Zaki terkesan alergi dengan awak media dengan melakukan pemblokiran terhadap awak media yang melakukan konfirmasi.
Sebelumnya, awak media telah menayangkan pemberitaan terkait adanya dugaan tangkap lepas dua pelaku penyalalahgunaan Pil Double L (LL). Dimana, didalam pemberitaan tersebut, terjadi saling lempar antara Kasat Resnarkoba Polresta Malang Kota, Kompol Zaki dengan Kasi Humas Polresta Malang Kota.
Saling lempar antara kedua PJU Polresta Malang Kota ini, terkesan saling menutupi agar awak media tidak dapat menyampaikan pemberitaan yang berimbang bagi masyarakat luas dan terkesan 2 PJU Polresta Malang Kota itu, kurang profesional.
Tentunya, hal ini bertentangan dengan perintah Kapolri, Jendral Listyo Sigit Prabowo. Dimana, beliau pernah menyampaikan bahwa semua kepolisian wajib melayani setiap konfirmasi yang dilakukan oleh awak media.
Dalam pemberitaan sebelumnya, beredar informasi adanya dua terduga yang sempat diamankan oleh Satresnarkoba Polresta Malang Kota yaitu, ND (16) Warga Dusun Kenongo, Desa Sumbersuko, Kecamatan Wagir, dan CD (19) warga Dusun Jemunung, Desa Pandan Rejo, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang.
Namun menurut informasi yang beredar, kedua terduga penyalahguna Pil Koplo itu telah dipulangkan pada 23 September 2025.
Diduga kedua penyalahguna pil Koplo itu mengeluarkan uang sebesar Rp 30 Juta agar bisa dipulangkan oleh Satresnarkoba Polresta Malang Kota.
Tentunya, dengan diblokirnya WhatsApp (WA) awak media dan tanpa adanya penjelasan resmi dari Kasat Resnarkoba Polresta Malang Kota, Kompol Zaki dan Kasi Humas Polresta Malang Kota, tentunya pemikiran masyarakat kejadian tersebut benar adanya.(bersambung)







